Kamis, 29 Desember 2011

tugas_perbedaan antara pandangan hidup dngan cita-cita


Tugas_
Perbedaan antara pandangan hidup dengan cita-cita??
* pandangan hidup adalah suatu tujuan atau arah yang akan menentukan kemana kita ,akan jadi apa kita panadangan hidup sama halnya dengan cita-cita namun cita-cita juga masih mempunyai arti sendiri masing- masing masih mempunyai arti sendiri,pandangan hisup suatu pendapat arah tujuan,keinginan dan hasil pemikiran dari kita sendiri.
*cita-cita adalah keinginan,atau harapan yang ada di dalam pikiran kita,baik keinginan maupun harapan yang akan datang masa yang akan datang .

tugas_mengatasi kegelisahan




Kegelisahan……


Kegelisahan merupakan penyakit jiwa yang paling sering terjadi di masyarakat, bahkan jumlah orang yang rutin melakukan pemeriksaan jiwa dan saraf, serta mereka yang mengalami problem-problem psikologis—terutama kegelisahan—terus bertambah. Hal ini ditegaskan oleh penelitian-penelitian yang dilakukan di Amerika dan Inggris. Badan statistik di Amerika mengungkapkan bahwa 85% orang yang sakit jiwa terkena kegelisahan. Secara umum kegelisahan terjadi pada anak-anak kecil, atau pada masa-masa puber dan awal-awal menginjak dewasa, atau pada orang-orang yang sudah lanjut usia, atau juga pada sebagian besar siswa dan pelajar. Di Inggris, misalnya, ditemukan bahwa jumlah mahasiswa yang terkena kegelisahan mencapai 9%, dan jumlah mahasiswi mencapai 14%. Sedangkan di Saudi Arabia, para peneliti menemukan bahwa jumlah orang yang secara rutin melakukan pemeriksaan kajiwaan karena kegelisahan mencapai 14.8%, ini selain mereka yang memang enggan mendatangi para psikiater untuk konsultasi. Di antara mereka bahkan ada yang berusaha menutup-nutupi kegelisahan yang dideritanya dengan penyakit-penyakit lain yang kadang-kadang kambuh meskipun sudah diobati, seperti luka pada lambung, usus besar (kolon), sembelit, bertambahnya asam, serangan jantung, tekanan darah tinggi, asma, TBC paru-paru, radang rongga, migrain (sakit kepada separuh), deman, nyeri otot, kemandulan, kelainan seksual dan seterusnya. Banyak orang yang terlihat merintih karena penyakit-penyakit seperti itu, padahal sebenarnya mereka merintih karena jiwanya yang berduka atau tidak stabil.



Kegelisahan tidak lain adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi apa pun; maka ini sebenarnya sudah melewati batas rasional.



Sebenarnya terdapat “kegelisahan” yang dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat dalam menghadapi tantangan, untuk menjaga keseimbangan dinamika internal atau untuk meneguhkan diri,


abatasa.blogspot




tulisan_tentang cita-cita

"sebuah impianku"


setiap manusia pasti mempunyai cita-cita banyak orang disana yang menpunyai cita-cita yang sangat tinggi.apabila saya di Tanya mau jadi apa saya nanti ?pasti saya akan mnjawab ingin menjadi orang sukses orang yang bisa membahagiakan orang tua saya yang saya cintai dan orang di sekeliling saya yang saya sangat kasihi.
Orang sukses itu tidak bermula anda jadi orang sukses anda langsung sukses tetapi orang sukses itu bermula dari 0 .di situ lah keberhasilan akan di perlihatkan dari kerja keras dan upaya anda yang anda mulai dari 0 tersebut.
Cita-cita memang susah di gapai,cita-cita memang tinggi harganya tetapi itu masa depan anda,jati diri anda sebenarnya,mau jadi apa anda besok ,mau seeperti apa kelak anda besok,itulah cita-cita.
Saya sebenarnya sampai sekarang bingung mau jadi apa.tapi saya ikutin arah saya mau kemana,karena masa depan ada di tangan kita sendir.hanya kita yang bisa mengatur masa depan,.

tulisan_ penderitaan manusia

tulisan ..
penderitaan manusia

penderitaaan?? Kenapa harus ada penderitaan? Penderitaan hanya membuat seseorang menjadi sedih,hancur.tak ada harapan,mengapa begitu sakit penderitaan itu,mengapa begitu hancur penderitaan itu.banyak yang orang disana yang merasakan penderitaan yang sangat amat dalamnya.banyak orang disana yang merasa kehilangan orang di cintai karena penderitaan.adapun penderitaan manusia yang tak kala habisnya.
Ini kisah nyata real tidak di buat-buat.. anak sd kelas 4 sd di kucilkan temennya,karena dia bodoh,di omongin temen-tmennya,di bentak-bentak gurunya,haruskah anak kecil mengalami kejadian seperti itu ??
Kejadian itu terus berlangsung hingga dia duduk di bangku smp dia jg sering di ejek teman-temanya,di hina,dia pun nggak tau apa ada yang salah dari dirinya ?dia menyimpan perasaan itu sendiri karena dia sungguh malu apabila di ceritakan oleh temannya meskipun temannya itu teman baiknya.apa bisa di bayangkan anak dari sd samapai dia duduk di bangku smp harus mendapatkan tekanan batin seperti itu,sering dia menangis,bertanya sampai kapan penderitaan ini berakhir.sampai kapan dia harus merasakan penderitaan yang amat dalam.
Hingga dia masuk di bangku SMA dia pun masih di ejek sama temennya,dia hanya bingung mengapa setiap dia memasuki dunia baru selalu saja ada orang yang mengejek dia,apakah orang bodoh akan slamanya bodih ??? salah kalau mereka fikir seperti itu,dia nggak pernah berani untuk ceritakan semua kepada ke2 orang tuanya,karena dia takut dia nggak mau orang tuanya sedih,bisa di bayangin nggak dari dia kecil terus mengalami penderitaan yang sangat sedih,yang amat membuat dia trauma akan sebuah pertemanan,tau kisah percintaan,
Kapan semua itu berakhir dia selalu bertanya seperti itu samapi kapan semuanya berakhir ??
Hanya allah lah yang mengetahuinya hingga kapan itu semua berakhirr.

tugas_definisi dari penderitaan

1.    Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau menanggung. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan.

Yang jelas, setiap kesedihan membawa tantangan tersendiri untuk dihadapi. Di bawah ini beberapa contoh musibah atau kesedihan yang dapat melahirkan reaksi berbeda-beda dan bagaimana seharusnya Anda bertindak.

* Kehilangan orang tua
Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.

* Keguguran
Kehamilan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan bagi banyak pasangan dan juga merupakan suatu kebahagian tersendiri. Tetapi sayangnya rencana tidak selalu berjalan mulus. Masalah genetika/keturunan mungkin dapat menyebabkan pasangan susah mendapatkan anak atau selalu keguguran. Secara naluri, seorang ibu akan merasa lebih kehilangan dibanding pasangannya.

Tapi sebaliknya, sebagai pasangan dan seorang laki-laki pada umumnya, mereka berjuang untuk menahan emosi terdalamnya. Bagaimanapun juga, sebagai ayah merasa kehilangan merupakan kesedihan juga. Dengan sedikit dukungan atau pengertian, mereka akan dapat menghadapinya.

* Kehilangan anak
Jika bayi sudah lahir dan kemudian dalam beberapa bulan kemudian dipanggil Yang Maha Kuasa, ibu umumnya akan memiliki perasaan seolah-olah menyalahkan dirinya dan terus bertanya-tanya apa kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga buah hatinya meninggalkannya untuk selamanya. Nah, umumnya pasangan mencoba untuk memberikan dukungan yang rasional. Tapi bagaimanapun juga, keduanya harus berusaha keras dengan tidak mencoba mencari jawaban atau mencari penyebabnya sehingga hal itu terjadi.

Mayoritas orang berpendapat sama, bahwa kehilangan anak merupakan suatu penderitaan dan kesedihan yang sangat besar yang harus dihadapi. Orang tua umumnya merasa sangat syok, mereka berdua akan sangat menderita dan menjadi sulit untuk menerima keadaan. Hal ini akan menyulitkan mereka untuk mengatasi proses penderitaan. Bisa saja, yang satu jadi sangat sensitif dan lainnya jadi gampang marah. Akibatnya, hubungan suami-istri jadi memburuk.
[2]

Study kasus

Beberapa bulan lalu Jakarta Ibukota negara ini dilanda banjir besar, diperkirakan sekitar 2/3 wilayah jakarta tergenang air yang membuat warga jakarta dan sekitarnya mengalami penderitaan, penderitaan yang dialami warga Jakarta dan sekitarnya pada saat banjir antara lain hilangnya harta benda karena terbawa arus air, perjalanan terganggu karena disebagian jalan protokol di Jakarta dan sekitarnya juga tergenang air, mengalami pemadaman listrik sampai matinya alat telekomunikasi dan internet serta tidak bisa melakukan aktivitas karena kantor-kantor juga tergenang banjir, sampai pada tingkat yang mengenaskan yaitu hilangnya nyawa karena banjir itu sendiri. Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanganan Banjir menyatakan data korban meninggal karena banjir di DKI Jakarta dan Jawa Barat mencapai 67 orang. "Mereka tewas karena tenggelam dan terseret arus," ujar Pelaksana Tugas Deputi Kesiapsiagaan Bakornas, Sugeng di Jakarta, Jumat (9/2) malam.[3]
Banjir ini disebabkan meluapnya sungai dan kali di Jakarta akibat curah hujan yang tinggi dan mampetnya sungai karena banyaknya sampah
   
2.    Siksaan

Penderitaan biasanya disebabkan oleh siksaan, Siksaan biasa dirasakan pada badah atau jasmani, dan juga dapat berupa siksaan jiwa atau rohani. Masalah siksaan jiwa atau rohani (psikis) yang akan diuraikan dalam Ilmu Budaya Dasar, antara lain :

a.    Kebimbangan

Kebimbangan pasti akan dialami ketika seseorang dihadapkan oleh dua pilihan yang penting yang ia tidak dapat menentukan pilihan yang mana yang akan diambil.
Pada kasus banjir di Jakarta, banyak warga Jakarta mengalami kebimbangan, apakah saat banjir datang mereka mengungsi atau tetap berada dirumah sambil menunggu air surut, kebimbangan mereka antara lain disebabkan kecemasan akan aman atau tidaknya harta benda mereka jika ditinggal mengungsi, karena di Jakarta banyak orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dan disatu sisi bahwa jika mereka tetap tinggal di rumah, mereka juga cemas jika banjir melanda rumah mereka berhari-hari dan ketersedian bahan makanan akan habis bagaimana dengan anak-anak mereka. Inilah contoh kebimbangan yang dialami warga Jakarta dan sekitarnya pada saat banjir melanda Jakarta dan sekitarnya pada beberapa bulan yang lalu, keadaan ini berpengaruh tidak baik baik orang yang lemah pikirannya, karena masalah kebimbangan akan lama dialami olehnya sehingga siksaan yang dirasakan olehnya pun menjadi berkepanjangan. Bagi orang yang kuat berfikir ia akan cepat mengambil keputusan dengan berdasarkan pertimbangan prioritas, prioritas pada kasus banjir di Jakarta dan sekitarnya adalah nyawa mereka dan anak-anak mereka bukan harta benda, karena harta benda dapat dicari / dibeli kembali tetapi nyawa mereka dan anak-anak mereka tak dapat kembali lagi.
            Ketakutan
Ketakutan (fobia) adalah kecemasan yang luar biasa, terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal tertentu.   Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara dibayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrim seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.[1]
penyakit ketakutan (fobia) adalah kecemasan yang luar biasa, terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal tertentu.

penderita biasanya menghindari keadaan-keadaan yang bisa memicu terjadinya kecemasan atau menjalaninya dengan penuh tekanan.
penderita menyadari bahwa kecemasan yang timbul adalah berlebihan dan karena itu mereka sadar bahwa mereka memiliki masalah. 

 
www.id.wikipedia.com

Drs, Supartono W., M.M, Ilmu Budaya Dasar, hal.102
http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=1075
TEMPO Interaktif


Kamis, 17 November 2011

tulisan _menarik minat wisatawan untuk lebih mengenal budaya indonesia dilihat dari sudut pandang ekonominya


“ mengenal kota bandung dengan sudut pandang ekonominya “
BANDUNG … kota yang berprovinsi jawa barat ini sudah terkenal pusat pembelanjaa,dan keindahannya . kota yang tentram dan indah ini banyak sekali menarik wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.
Bandung yang terkenal dengan pusat pembelanjaannya yang bertempatan “paris van java” ini banyak di kunjungi.karena terbilang murah belanja-belana di paris van java,itu akan lebih mengajak wisatawan luar untuk lebih memperdalam atau mengetahui dengan perinci mengenal budaya Indonesia ya salah satunya kota bandung .
Kota dengan sebutan kota kembang ini sangat di datangi oleh pariwisata-pariwisata karena terbilang indah dan bersih dan nyaman,dan factory outlet yang suka di datangi pariwisata atau wisatawan luar yang mendatangi kota bandung ini karena terbilang murah bagi wisatawan yang berkunjung kedalam factory outlet yanh ada di kota kembang ini .
Masakan kuliner pun juga ada dan tak menggocek uang saku terlalu banyak untuk menikmati kuliner-kuliner yang ada di kota bandung ,kota indah dan murah ini juga sering sekali di datangi selebriti-selebriti terkenal . hhehehehe
Sebenarnya tidak hanya kota bandung sajalah yang dapat dikatakan kota terbilang murah namun masih banyak di Indonesia ini,kota-kota yang indah dan ekonminya pun juga dapat di jangkau tidak memerlukan uang yang besar,untuk menggocek uang saku kita untuk mampir di kota-kota yang terdapat di Indonesia ini karena Indonesia adalah Negara yang dilihat dari sudut pandang ekonominya tidak terlalu sulit . hehehehe J
Dan dapat dijangkau pula ,banyak di Indonesia yang di datangi oleh wisatwan luar yang datang untuk melihat dan mencoba satu persatu kota=kota yang terdapat di Indonesia ini J